
Kerja Keras yang Berbuah Kebahagiaan
Siti Nurhaliza sekarang terlihat berbeza. Kini ia terlihat sebagai seorang wanita yang menikmati hidup indah, populer, dan bertebaran ratusan penghargaan. Tapi semua itu tak dirauhnya dengan mudah. Sejak usia belia, wanita kelahiran Kuala Lipis, 11 Januari duapuluhsembilan tahun silam ini, sudah harus memikul banyak tanggung jawab. Bahkan demi membantu keluarga, Siti kecil rela berjualan kue keliling di kampungnya. Hidup yang keras menempanya menjadi pribadi yang matang, teguh, dan rendah hati.
Menjadi sukses dan terkenal tentu saja bukanlah suatu yang mudah. Tidak mudah diraih, juga tak muda dipertahankan. "Kesuksesan ini kerana Karunia Allah," aku Siti. Dan karunia itu tak datang tanpa kerja keras. Untuk itu, kata Siti, perlu ada usaha dari dalam diri, kiota perlu tahu apa yang akan kita lakukan.
"Selain daripada peminat (fans-red), album yang berkualitas senantiasa membuat Siti sukses. Alhamdulillah. Siti juga tak lupa kenal diri sendiri. Kalau kita jadi terkenal, sukses, ada yang mudah menggoda. Berhadapan dengan gossip, keindahan-keindahan di depan mata, jadi kita perlu bertahan. Jua, jangan lupa asal-usul," tutur wanita yang tahun lalu baru merilis albumnya yang ke-12, Hadiah Daripada Hati.
Salah satu prinsip yang membuatnya tetap rendah hati adalah tak lupa asal-usul. Siti mengaku, keluarganya selalu mengingatkannya agar tak lupa asal-usul. Selalu melihat ke bawah bagaimana kehidupannya dulu yang sederhana, menjual kue saat kecil. "Semua itu perlu dilakukan agar Siti tak mudah lupa diri," tutupnya.




0 komentar:
Poskan Komentar