
Venesia Perlambang Segalanya
Satu lagi tempat yang menarik untuk dikunjungi. Venesia, sebuah kota yang menjanjikan keromantisan. Para wisatawan dunia pun sudah mengakui daya pikatnya. Semua kecemasan sirna begitu matahari merekah menyinari surga dunia nan mempesona. Ya, mempesona! Mungkin itulah kata yang sesuai dengan panorama yang ditawarkan.
Belum lagi ketika mendapati bahwa diri kita dikelilingi air yang terdampar laksana permadani cahaya, beriak-riak menggenangi sudut-sudut Venesia. Kanal-kanal kecil berkilauan, meliuk-liuk menyelingi rumah-rumah tua penduduk. Gondola meluncur syahdu. Venesia, secara keseluruhan tampak seperti replika, seperti negeri buatan. Persada negeri yang menjanjikan sejuta mimpi bagi pasangan yang tengah dimabuk asmara.
Penduduknya sangat bersahabat. Pria wanita berkerumun di kafe-kafe dengan gerak laku seperti sedang bermain sandiwara. Ibarat Romeo dan Juliet, Rama dan Shinta, sampai Rangga dan Cinta ikut berbaur satu nada di sana. Dialek mereka mengalir seumpama nyanyian dan kadang meledak-ledak. Pria-pria bak bianglala. Membawa bunga atau bicara romantis dengan seorang wanita merupakan sesuatu yang telah lumrah. Terkadang mereka sampai harus meyakinkan pasangannya betapa ia mencintainya dan semalam ia tak pergi dengan wanita yang lain. Sang wanita bersikap dramatis persis di film-film. Tangannya bersilat-silat. Orang Italia, melihat hidup sebagai seni. Mereka merayakan kehidupan dab jatuh hati pada setiap sendinya.
Italiano mendamba kekasihnya lebih dari mendamba dirinya sendiri. Mereka tak sungkan menangis, membaca puisi, dan berdoa mengekspresikan cintanya, meskipun di pasar ikan sekalipun. Tak pernah, di mana pun, terlihat pemandangan seunik ini. Italia menyajikan landscape yang mempesona dihiasi adegan-adegan cinta yang memukau.
Yang paling aneh. Benar, seperti yang tercantum dalam buku-buku. Pria Italia sungguh flamboyan dan mereka passionate, penuh gairah. Kaum lelaki selalu berlagak agar perempuan di dekatnya terkesan. Agak sedikit norak barangkali. Jika ada wanita cantik lewat, mereka bersuit-suit. Dan takjubnya, tak pernah saya lihat suatu komunitas di mana kaum pria rata-rata berwajah rupawan. Hanya Italia yang seperti itu. Tukang parkir, penjaga toko, masinis kereta, calo, tukang pos, nelayan, pengemis, kondektur, sopir bus, bahkan pencopet, semuanya ganteng.
Itulah gambaran yang ditawarkan oleh Negeri seribu Cinta, Italia. Jika Anda berminat, sisihkanlah sedikit pendapatan Anda untuk mulai menabung. Dan nikmati sejuta keindahan yang ditawarkannya.
Dikutip dari Novel Edensor dengan beberapa perubahan.






