Sabtu, November 22, 2008

Lagi, Kesurupan !


Pribadi Ganda dan Kesurupan

Baru-baru ini telah terjadi sebuah kasus kesurupan masal di sebuah sekolah. Lagi-lagi terjadi di sekolah, tepatnya ketika pengurus OSIS sedang menyelenggarakan Campber (Kemah Bersama). Sepertinya sekolah sudah menjadi tempat yang lumrah menjadi 'markas' para makhluk dunia luar. Ini sangat kontras dengan fungsi sebenarnya dari sebuah bangunan sekolah, di mana di sini kita selayaknya mendapat pengajaran dengan jaminan rasa nyaman. Melihat semakin maraknya kejadian seperti ini, pernahkah terlintas dalam pemikiran kita sebenarnya apakah penyebab kerasukan? Mungkinkah jiwa yang labil atau mengarah pada faktor keturunan?

Segi ilmu pengetahuan ilmiah memandang tubuh sebagai dasar utama dalam kehidupan, maka segala analisa dan pemecahan masalah yang timbul selalu dimulai dari penelitian fungsi organ-organ didalam tubuh. Walaupun pengetahuan ilmiah telah berkembang dengan cepatnya, tetapi para ahli ilmiah masih mengakui adanya pengaruh unsur diluar tubuh seperti pikiran, kepribadian, karakter, sifat-sifat, pembawaan, dan sebagainya.

Masalah yang tidak dapat terjawab secara metode ilmiah diserahkan pemecahannya ke metode alternatif lain seperti psikologi. Sehingga ilmu psikologi berkembang pesat kembali setelah beberapa lama terabaikan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan logik yang begitu pesatnya.

Permasalahan yang banyak dipelajari oleh para psikologi lebih banyak menyangkut masalah pikiran, kepribadian, karakter, sifat-sifat, mental, pola hidup, kebiasaan, dsb. Pada umumnya masalah ini bukan bersumber pada masalah fisik ataupun kerusakan organ tubuh. Walau pun tidak menutup banyaknya permasalahan yang timbul dari organ tubuh dan pikiran.

Walaupun telah menggunakan ilmu pengetahuan ilmiah dan ilmu psikologi, ternyata masih banyak misteri kehidupan yang belum terungkap dan sulit dijelaskan baik secara metode ilmiah dan cara psikologi. Untuk membantu pemecahan masalah yang belum terpecahkan, kiranya cara spiritual dan religius dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif tambahan.

Sebagai contoh pada kasus pribadi ganda, walaupun telah banyak dipecahkan secara metode ilmiah dan cara psikologi. Ternyata masih banyak kasus lain yang mirip seperti kasus pribadi ganda. Kasus-kasus tersebut bukan termasuk kelompok kasus pribadi ganda. Kasus-kasus seperti masalah kesambet, masalah kesurupan dan trance. Kesambet, kesurupan dan trance sangat sulit bilamana hanya dipandang dan dipecahkan dengan cara metode ilmiah dan cara psikologi.

Kasus pribadi ganda adalah seseorang merasa mempunyai dua atau lebih kepribadian yang berbeda. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya mengakui bahwa banyak kasus pribadi ganda tidak berhubungan sama sekali dengan energi roh dan spiritual. Kasus pribadi ganda sangat berbeda dengan kesurupan maupun trance.

Dimana pada pribadi ganda, yang memegang peranan tetap unsur energi roh yang sama tanpa adanya keterlibatan unsur energi dari luar. Pada kasus kesurupan dan trance akan nyata bedanya, karena adanya keterlibatan unsur energi dari luar lainnya.

Pribadi ganda prosesnya hampir sama seperti mereka yang mabuk minuman keras, atau mereka yang menggunakan obat khusus seperti: ectasy, heroin, ganja, dsb. Mereka yang terpengaruh dibawah minuman keras dan obat-obatan akan merasa mabuk dan kesadaran melemah sehingga dapat berbuat dan berkata di luar kebiasaan normal. Hal ini terjadi karena proses unsur obat dan zat kimia yang merubah signal syaraf yang di terima oleh otak. Walaupun kadang-kala terjadi perubahan perbuatan dan perkataan yang jauh berbeda dari normalnya, tetapi energi roh yang berperan tetap sama.

Dalam kasus kesurupan dan trance, yang memegang peranan adalah energi roh dari luar. Kesurupan adalah sebuah fenomena di mana seseorang berada di luar kendali dari pikirannya sendiri. Beberapa kalangan mengganggap kesurupan disebabkan oleh kekuatan gaib yang merasuk ke dalam jiwa seseorang.

Di Indonesia kejadian ini sangat sering terjadi, bahkan kesurupan massal yang melibatkan puluhan orang dengan kebanyakan korban adalah wanita.
Walaupun kadangkala ada kasus tertentu awal terjadinya kesurupan dan trance di mulai dari penggunaan minuman keras, obat-obatan, dan masalah kejiwaan. Dimana mereka yang jiwanya mudah rapuh tergoyangkan baik karena beban mental maupun karena minuman keras dan obat, akan lebih mudah di kuasai oleh energi roh lainnya yang berasal dari luar.

Energi roh yang masuk pada saat keadaan demikian, pada umumnya berasal dari unsur energi roh negatif dan menguasai kesadaran yang lemah. Sehingga para pengikut dan murid Bunda Mulia di sarankan untuk tidak meminum minuman keras ataupun menggunakan obat-obatan yang melemahkan syaraf kecuali dengan alasan yang benar-benar penting.

Walaupun sebenarnya kesurupan dan trance terbagi bermacam-macam. Sebagian bentuk kesurupan dapat dijelaskan menurut kategori sebagai berikut: Sebab dan awal terjadinya , Tingkat kesadaran penuh atau tidak, Persiapkan ataupun kondisi, Energi roh yang berperan, motivasi, manfaat, cara pengundangan, hubungan dengan unsur Roh Suci, ikatan karma, Tingkat energi pelindung, Tingkat kekuasaan yang ada, dsb.

Dizaman sekarang ini banyak manusia yang menyalah gunakan bentuk kesurupan dan trance, sehingga bentuk kesurupan dan trance telah dipandang sebagai suatu hal yang negatif. Dan juga karena ketidak tahuan masyarakat awam tentang kesurupan dan trance, maka banyak muncul orang-orang yang menyatakan dirinya dapat kesurupan dan trance dari roh-roh mahluk tertentu.

Mereka yang menyalah gunakan maupun mencemarkan para mahluk suci yang menjalankan Dharma agar selalu ingat bahwa hukum karma selalu berlaku. Mereka yang menjalankan kesurupan ataupun trance harus berhati-hati dengan energi roh yang terlibat, karena terlalu banyak roh yang hanya mengaku tetapi mereka bukan yang sebenarnya. Latih dan bina roh sejati terlebih dahulu, karena hanya mereka yang roh sejati benar-benar telah terbina dapat mengetahui dan memahami roh mana yang sebenarnya pantas untuk diundang.

Untuk menghindari kesalah-pahaman tentang kesurupan yang asli dan tidak maupun yang baik maupun yang tidak, saya mengingatkan agar selalu berpegangan pada ajaran dharma dan manfaatnya. Mereka yang benar-benar dilindungi oleh para pelindung dharma yang baik, akan selalu membantu tanpa pamrih dan tidak akan mementingkan diri sendiri.

Mereka yang mempunyai kepandaian dapat menjalankan kesurupan harus selalu menjaga samaya ajaran yang baik demi membantu mahluk lain dan sebagai alat penunjang ajaran Dharma. Hindarilah kesurupan yang tidak terkendali, karena dapat berakibat negatif bilamana telah melampau batas kesadaran. Ingatlah selalu untuk tidak memaksakan kesurupan pada saat tubuh ataupun kesadaran sedang lemah.

Disaat tubuh dan kesadaran dalam keadaan lemah, maka energi Im lebih tinggi menguasai. Dalam keadaan demikian, mereka yang tidak terus berlatih meningkatkan ajaran Dharma akan lebih mudah terjerumus kearah negatif. Sehingga timbulnya kesurupan yang tidak terkendali, karena pengaruh dari unsur roh lain yang tidak bertanggung jawab.

Bilamana hal ini terus berlangsung, akhirnya tubuh mereka akan menjadi lemah dan lapuk. Bagaikan sebuah kendi, disaat kesurupan kita menuangkan air keluar dan disaat bermeditasi kita menambahkan air kedalam kendi. Mereka yang selalu menuangkan tanpa menambahkan akhirnya akan menjadi kendi yang kosong, sehingga tidak bermanfaat lagi bagi dirinya maupun bagi sesama.

(dikutip dari buku "Kisah-Kasih Spiritual Bagian 2- Wisnu Prakasa")

Selasa, November 18, 2008

Sinopsis Ketika Cinta Bertasbih


Ketika Cinta Benar-Benar Bertasbih

Awal tahun 2008 ini, kita telah dikejutkan oleh sebuah film fenomenal karya anak negeri, Ayat-Ayat Cinta. Dan belum lama ini, tepatnya di masa liburan Hari Raya Idul Fitri lalu, bioskop-bioskop tanah air juga sempat digoncang kedahsyatan film fenomenal Laskar Pelangi.

Rupanya, kisah sukses film yang diangkat dari novel best seller juga memancing SinemArt untuk mengangkat salah satu novel best seller lain, Ketika Cinta Bertasbih karangan Kang Abik, panggilan akrab Habiburrahman El-Shirazy. Film yang mengambil lokasi di Cairo Mesir, diramalkan dapat menarik minat penonton dan menjadi salah satu film box office Indonesia.

Film ini berkisah tentang Abdullah Khairul Azzam – 28 tahun- pemuda tampan dan cerdas dari sebuah desa di Jawa Tengah. Dari kecil, Azzam sudah terlihat sebagai anak yang sangat baik budi pekertinya. Atas usahanya yang gigih dia berhasil memperoleh bea siswa untuk belajar di Al Azhar Mesir selepas menamatkan Aliyah di desanya.

Baru setahun di Kairo dan menjadi mahasiswa berprestasi peraih predikat Jayyid Jiddan (Lulus dengan Sempurna), ayahnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua Azzam mau tidak mau harus bertanggung jawab atas kehidupan keluarganya, dikarenakan adiknya masih kecil-kecil. Sementara itu, dia sendiri harus menyelesaikan studinya di Negara orang. Akhirnya dia mulai membagi waktu untuk belajar dan mencari nafkah. Ia mulai membuat tempe dan bakso yang ia pasarkan di lingkungan KBRI dia Kairo. Berkat keahlian dan keuletannya dalam memasak, Azzam menjadi populer dan dekat dengan kalangan staf KBRI di Cairo. Tapi hal itu berimbas pada kuliah Azzam, sudah 9 tahun berlalu, ia belum juga menyelesaikan kuliahnya.

Seringnya Azzam mendapatkan job di KBRI Cairo mempertemukan ia dengan Puteri Duta Besar, Eliana Pramesthi Alam. Eliana adalah lulusan EHESS Perancis yang melanjutkan S-2 nya di American University in Cairo. Selain cerdas, Eliana juga terkenal di kalangan mahasiswa karena kecantikannya. Ia bahkan pernah diminta main di salah satu film produksi Hollywood, juga untuk Film layar lebar dan Sinetron di Jakarta. Segudang prestasi dan juga kecantikan Eliana membuat Azzam menaruh hati pada Eliana. Tetapi Azzam urung menjalin hubungan lebih dekat dengan Eliana, karena selain sifat dan kehidupannya yang sedikit bertolak belakang dengan Azzam, juga karena nasihat dari Pak Ali, supir KBRI yang sangat dekat dengan keluarga Eliana.

Apa yang dikatakan Pak Ali cukup terngiang-ngiang di benaknya, bahwa ada seorang gadis yang lebih cocok untuk Azzam. Azzam disarankan untuk buru-buru mengkhitbah (melamar) seorang mahasiswa cantik yang tak kalah cerdasnya dengan Eliana. Dia bernama Anna Althafunnisa, S-1 dari Kuliyyatul Banaat di Alexandria dan sedang mengambil S-2 di Kuliyyatul Banaat Al Azhar – Cairo, yang juga menguasai bahasa Inggris, Arab dan Mandarin. menurut Pak Ali, kelebihan Anna dari Eliana adalah bahwa Anna memakai jilbab dan sholehah, bapaknya seorang Kiai Pesantren bernama Kiai Luthfi Hakim.

Ada keinginan Khaerul Azzam untuk menghkhitbah Anna walaupun ia belum pernah bertemu atau melihat Anna. Karena tidak punya biaya untuk pulang ke Indonesia, Pak Ali menyarankan supaya melamar lewat pamannya yang ada di Cairo, yaitu Ustadz Mujab, dimana Azzam sudah sangat mengenal ustadz itu. Dengan niat penuh dia pun datang ke ustadz Mujab untuk mengkhitbah Anna Althafunnisa. Tapi ternyata lamaran itu ditolak atas dasar status. Karena S-1 Azzam yang tidak juga selesai, dan lebih dikenal karena jualan tempe dan baso. Selain itu, Anna telah dikhitbah lebih dulu oleh seorang pria yang alih-alih adalah Furqon, sahabat Azzam yang juga mahasiswa dari keluarga kaya yang juga cerdas dimana dalam waktu dekat akan menyelesaikan S-2 nya. Azzam bisa menerima alasan itu, meskipun hatinya cukup perih.

Tetapi kemudian Furqon mendapat musibah yang sangat menghancurkan harapan-harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya menghadapi dilemma antara ia harus tetap menikahi Anna yang telah dikhitbahnya, tetapi itu juga sekaligus akan dapat menghancurkan hidup Anna.

Sementara itu Ayyatul Husna, adik Azzam yang sering mengirim berita dari kampung, membawa kabar yang cukup meringankan hati Azzam. Agar Azzam tidak perlu lagi mengirim uang ke kampung dan lebih berkonsentrasi menyelesaikan kuliahnya. Karena selain Husna telah lulus kuliah di UNS, ia juga sudah bekerja sebagai Psikolog. Keahlian Husna dalam menulis sudah membuahkan hasil. Penghasilan Husna cukup dapat membiayai kebutuhan adiknya yang mengambil program D-3, serta adik bontotnya yang bernama Sarah yang masih mondok di Pesantren.

Azzam yang sudah sangat rindu dengan keluarganya memutuskan untuk serius dalam belajar, hingga akhirnya berhasil lulus. Azzam pun menepati janjinya ke keluarganya untuk kembali ke kampong dan segera mencari jodoh di sana, memenuhi amanat ibunya. Walaupun sebenarnya masih terbersit sedikit harapan untuk tetap mendapatkan hati Anna.

Apakah mungkin Azzam akan berjodoh dengan Anna? Ataukah Eliana yang sebenarnya juga masih penasaran dengan Azzam? Ataukah Azzam berhasil menemukan tambatan hatinya di Indonesia?

Kamis, November 13, 2008

Siti Nurhaliza dalam Etimologi


Harapan Suci di Balik Sebuah Nama

Siti Nurhaliza. Siapa yang tak mengenal wanita berparas ayu nan rupawan itu. Anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, anak sekolah, anak kuliahan, pekerja kantoran, sampai kuli bangunan pun tahu siapa Diva Pop Malaysia itu.

Namanya sudah lebih dari 12 tahun melanglang buana di industri musik. Tak hanya musik tempatan (sebutan industri musik Malaysia), tapi juga telah sukses menembus pasar musik Indonesia, Singapura, Brunai, sampai Jepang. Siti is Asian Best Capter. Itulah julukannya...

Di balik nama indahnya, tersimpan makna tersirat yang menjadi harapannya selama mengarungi kejamnya dunia persaingan.
Seperti yang telah tercantum di sampul album Safa, Siti Nurhaliza mengandung makna.

S : Seputih Hati
I : Impian Suci
T : Tanda Kasih
I :Istimewa Buatmu

N : Naluriku Senantiasa Bersamamu
U : Untuk Sama-Sama Mengharungi
R : Rentasi dan Rempuhi
H : Halangan dan Dugaan
A : Atas Nama Keikhlasan
L : Lalu Kita Sama-Sama Menyamai
I : Ikatan Tak Terurai
Z : Zaman Indah Bersama
A : Akan Kekal Buat Selama-Lamanya

Inilah uraian hati Siti yang disampaikan kepada semua CtZonerz (sebutan fans Siti Nurhaliza). Ini yang akan menyatukan mereka semua di bawah satu tujuan, menjayakan musik sebagai media perdamaian yang damai dan tanpa paksaan.

Minggu, November 09, 2008

Kata-Kata Bijak

Penyemangat Kala Lupa



Siapa bilang orang akan selalu ada di atas. Manusia tetaplah manusia. Ia bukan Tuhan yang mampu menentukan semua yang akan terjadi. Pernyataan ini juga berlaku bagi makhluk Allah yang namanya ilmuwan. Sepintar apapun mereka. Entah itu Einstein, A. G. Bell, atau siapa pun itu, pasti akan pernah mengalami yang namanya 'Down'.

Tentu pada masa itu, ada sesuatu yang membuat mereka bangkit kembali untuk berkarya. Apapun itu, itu merupakan resep utama seseorang mencapai keberhasilan. "Don't give up!" Mungkin itulah kata-kata yang telah terpatri di benak para ilmuwan ini. Sesuatu ynag patut dicontoh.

Berikut ini akan disajikan beberapa kata penyemangat dari berbagai ilmuwan.
Semoga dapat mengembalikan semangat Anda untuk berkarya.

"Tak ada manusia yang pandai, kecuali dengan perbandingan dengan manusia lain yang mengerti lebih sedikit dari padanya."
(Edgar Watson Howe)

"Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka, Kita terkadang lalai. Kita hanya melihat dan menyesali pintu yang tertutup itu terlalu lama hingga kita tak melihat pintu lain yang telah terbuka." (Alexander Graham Bell)

"Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga! Namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun"
(Alexander Graham Bell)

"Hidup adalah drama penuh improvisasi. Tanpa skenario, tanpa tahu apa yang akan terjadi. Siapa yang akan kamu temui atau tempat-tempat mana yang akan kamu pijak.

Katakan 'ya' dan jika kamu beruntung, kamu akan bertemu dengan seseorang yang akan mengatakan 'ya' kembali padamu.

Apakah dengan berkata 'ya' dapat mengantarkanmu pada kesulitan?

Apakah dengan berkata 'ya' dapat menyebabkan kamu melakukan suatu kesalahan?
Ya, tentu bisa.
Tapi jangan takut membuat kesalahan. Ingat, kamu tak bisa menjadi muda dan bijak dalam waktu bersamaan. Orang muda yang berlagak bijak dan mengerti tentang hidup, kebanyakan adalah orang-orang sinis. Mereka tidak akan belajar apapun. Karena sikap sinis berarti membutakan diri sendiri, penolakan terhadap dunia luar karena sebuah ketakutan jika dunia akan menyakiti dan mengecewakannya. Oleh karenanya, orang-orang sinis selalu berkata tidak. Jadi, selama kamu punya kekuatan, katakanlah 'ya'!"
(
Stephen Colbert)

"Once you learn to quit, it becomes a habit. Sekali saja kamu belajar untuk berputus asa, maka akan menjadi suatu kebiasaan."
(Vince Lombard)

"Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang! Namun informasi di tangan orang banyaklah yang lebih berguna."
(John Naisbitt)

"Kita tidak bisa menajdi bijaksana dengan kebijaksanaan orang lain. Tapi kita bisa berpengetahuan dengan pengetahuan orang lain."
(Michel de Montaigne)

"Bekerja denagn rasa cinta berarti menyatukan diri kepada diri sendiri, kepada diri orang lain, dan kepada Tuhan. Tetapi, bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu? Bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu! Seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak." (Kahlil Gibran)

"Hari ini, Anda adalah orang yang sama dengan Anda di lima tahun mendatang. Kecuali dua hal, orang-orang di sekeliling Anda dan buku yang Anda baca."
(Charles Jones)

"Aku tak takut pada kegagalan! Aku takut pada keberhasilan melakukan sesuatu yang tak berarti!" (Dan Erickson)

"Keraguan bukanlah lawan keyakinan, keraguan adalah sebuah elemen menuju keyakinan! (Paul Tillich)

"Jenius adalah 1% inspirasi dan 99%nya adalah keringat. Tak ada yang dapat menggantikan kerja keras. Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan." (Thomas Alpha Edison)

Selasa, November 04, 2008

The Last Supper


Ilustrasi Yesus dan Rasulnya

Leonardo da Vinci menyelesaikan karya besarnya The Last Supper pada tahun 1498. Fresco (lukisan dinding) itu mulai rusak hampir seketika. Fresco ini telah dicat ulang dan direstorasi paling tidak tujuh kali sejak zaman da Vinci.

Banyak kalangan beranggapan bahwa karya ini merupakan puncak pencapaian da Vinci, memadukan apa yang telah dipelajarinya selama bertahun-tahun dalam seni pahat, cahaya, bunyi, dan anatomi manusia. Hasilnya adalah sebuah penggambaran Yesus dan para muridnya, yang menunjukan emosi yang tidak pernah dilakukan oleh seniman-seniman lain sebelumnya.

Da Vinci telah membuat gambar-gambar tumit yang tak terhitung jumlahnya dari setiap figur dan membuat tulisan-tulisan mendetail dalam buku catatannya tentang posisi dan tindakan setiap murid.

Dikisahkan dalam Fresco tersebut bahwa ada muri yang berbicara ke telinga murid lain di sebelahnya, sementara yang lain, yang mendengar pembicaraan tersebut berbalik kepadanya. Ia pun mencondongkan telinganya sambil memegang pisau di tangannya. Dan di tangan yang lain, ia genggam sepotong roti yang setengah terpotong.